Giliran Kontraktor Proyek Puskesmas Sikui Didenda Akibat Pekerjaan Terlambat

Foto : Puskesmas Sikui yang sudah rampung pekerjaannya. meski begitu rekanan kerja didenda karena tak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu. Foto.Deni/1tulah.com

1tulah.com, MUARA TEWEH–  Ternyata tidak hanya pekerjaan gedung Arsip dan Perpustakaan dan gedung BPBD yang mengalami keterlambatan. Pekerjaan pengembangan Puskesmas Sikui juga terlambat. Kontraktor pelaksana CV.Fadilah Prima Persada mesti disanksi denda sebesar Rp30 Juta.

Informasi diperoleh 1tulah.com dilapangan, pekerjaan pengembangan Puskesmas Sikui nilai proyeknya Rp2,357 miliar, bersumber dari dana dana alokasi khusus (DAK) tahun 2021.

Pekerjaannya menurut dia, sejak 30 Juni 2021 atau selama empat bulan. Waktu pelaksanaan kerja 120 hari.

Eddy Supiano, Kepala Puskesmas Sikui saat dihubungi wartawan, Jumat (14/01) siang membenarkan, keterlambatan pekerjaan proyek itu.

“Infonya begitu ada keterlambatan soal waktu pekerjaan. masalah denda dan lamanya kami tidak tau,” ujar Eddy.

Senada dengannya, Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Siswandoyo, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/01) sore juga membenarkan pekerjaan Puskesmas Sikui mengalami keterlambatan. Kontraktor pelaksana dikenai denda dan diminta melakukan perpanjangan pekerjaan sampai selesai.

“Kalau sekarang bangunan sudah selesai seratus persen, tapi karena sampai batas waktu kontrak pekerjaan hanya selesai 90 persen, maka konsekuensi kontraktor pelaksana didenda Rp30 juta,” kata Siswandoyo didampingi PPTK tahun 2021 Kris.

Ia juga menjelaskan keterlambatan kerja, akibat masa kontrak relatif singkat dan kendala cuaca.

Selama proses pekerjaan, lanjut Siswandoyo, pihaknya melibatkan dua pengawas, yakni pengawas PU dan konsultan pengawas. Pihak Diskes juga sempat turun mengecek pekerjaan di lapangan bersama Kejaksaan.

“Kendala pekerjaan pada pengcoran tiang, cuaca hujan terus. Kami minta perpanjangan tidak bisa, karena dalam KAK (kerangka acuan kerja) tertera empat bulan. Diberi perpanjangan selama 50 hari, tapi selesai dalam 15 hari. Selesai sekitar 20 Desember 2021,” jelasnya.

Selama proses pekerjaan, lanjut Siswandoyo, melibatkan dua pengawas, yakni pengawas PU dan konsultan pengawas. Pihak Diskes juga sempat turun mengecek pekerjaan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.