Laki-laki Zimbabwe Ini Hidup Mewah Tanpa Kerja Bersama 16 Anak dan 151 Istrinya

  • Bagikan
Mischek Nyandoro Bersama Sebagian Anggota Keluarganya. Foto: Daily Mirror.

1tulah.com, JAKARTA – Seorang laki-laki di salah satu benua Afrika, Zimbabwe dilaporkan memiliki 16 istri dengan 151 anak.

Laki-laki bernama Mischek Nyandoro (66 tahun) itu juga hidup mewah tanpa harus bekerja karena hidupnya ditopang oleh anak-anaknya yang sudah bekerja dan banyak yang sudah sukses.

“Anak-anakku tak melupakan diriku. Aku terus-menerus mendapat hadiah dan uang dari mereka dan beberapa anak tiriku,” ungkapnya seperti dilansir media lokal The Herald.

Jadi, sekarang setelah 38 tahun menikahi istri-istrinya, Mischek mengaku hanya makan enak dan memuaskan kebutuhan biologis istri-istrinya setiap hari.

Setiap hari, istri-istrinya bertugas memasakkan makanan yang paling lezat buat dirinya. Ia hanya menyantap makanan paling lezat, sedangkan yang tidak enak ia buang atau dikembalikan kepada istrinya yang memasaknya.

“Mereka tahu aturan itu dan mereka telah berjanji tak akan marah apabila aku mengirimkan makanan itu kembali. Hal itu pun dijadikan pelajaran berharga untuk mereka agar meningkatkan kemampuan memasaknya,” tutur Misheck.

Setelah menyantap makanan yang enak, ia mengaku kemudian menemui istri-istrinya di kamar mereka masing-masing. Setiap hari, ia mengencani empat sampai lima istrinya.

Ia memisahkan antara istri tua dan istri muda, karena istri-istrinya yang sudah tua umumnya kurang lagi menyukai hubungan seksual. Fisik mereka sudah tak kuat melayaninya.

Dengan keadaan beberapa istrinya yang sudah menua, Mischek yang mulai menikah sejak 1983 ini sudah ancang-ancang mencari istri baru yang lebih muda. Dalam waktu dekat ini, ia segera menikahi istri mudanya.

Baginya, memiliki banyak istri adalah proyeknya yang ia rencanakan secara matang. Ia bahkan akan mencari 100 istri dan memiliki 1000 anak.

“Apa yang kulakukan sekarang ini adalah menyelesaikan proyekku. Sebuah proyek poligami yang kumulai pada 1983, dan aku tak berniat untuk menghentikannya sampai aku mati.” ***

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *