Dokumen Andal RKL – RPL Dari PT. Adaro Logistik Perlu Diperbaiki

  • Bagikan
Foto : rapat tim teknis dan komonikasi penilaian AMDAL bersama PT. Adaro Logistik

1tulah.com, BUNTOK – Berdasarkan dari penilaian tim teknis Barito Selatan, Kalimantan Tengah selaku pengawas, dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Andal) Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) dari PT. Adaro Logistik perlu dilakukan perbaikan, karena masih kurang lengkap.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Barito Selatan Eddi Kristianto kepada wartawan, saat setelah menghadiri acara rapat tim teknis dan komisi penilaian Amdal KPA Barito Selatan bersama tim PT. Adaro logistik, yang berlangsung di aula kantor BAPPEDA, Jalan Pahlawan, Buntok, Rabu (17/11/2021).

“Berdasarkan hasil penilaian memang sudah baik, namun dokumennya perlu dilakukan perbaikan dan dilengkapi lagi,”ucapnya

Ia mengatakan, hal itu mengingat dokumen ini sebagai acuan pada saat pelaksanaan pekerjaan transfer batubara dari tongkang yang kecil ke tongkang yang besar pada terminal khusus di PT Adaro Logistik yang berlokasi di Desa Kalanis, Kecamatan

“Dokumen ini sangat diperlukan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya, karena kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut memiliki dampak yang lebih besar, sehingga perlu disusun Amdalnya,” ujar Eddi Kristianto

Sebab lanjut ia, kegiatan yang dilaksanakan itu nantinya bukan berarti untuk mencegah, namun dalam upaya untuk mengatasi apabila terjadi dampak akibat dari kegiatan yang dilaksanakan.

“Apabila terjadi dampak akibat kegiatan yang dilaksanakan itu, apa yang harus dilakukan dan melalui dokumen ini juga untuk meminimalisir dampak negatif dan meningkatkan dampak positif yang bisa terealisasi dilapangan nantinya,” jelas Edi Kristianto.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat penilaian, banyak yang perlu diperbaiki dari dokumen tersebut yang diantaranya terkait dengan dampak pencemaran air akibat kemungkinan ceceran batubara atau bahan bakar pada saat pemindahan batubara dari tongkat kecil ke tongkang besar.

“Termasuk bagaimana upaya mengatasi dan meminimalisir dari dampak tersebut,” kata Edi Kristianto.

Sementara external relation Departemen Head PT Adaro Logistics, Andrianto Rezka mengatakan, pihaknya mengikuti penilaian andal RKL RPL terkait kegiatan terminal khusus di Barito Selatan.

“Untuk kegiatan yang akan dilaksanakan proses transfer batubara dari tongkang kecil ke tongkang besar yang langsung bisa diberangkakan ke tujuan. Sedangkan tongkang kecilnya bisa langsung menuju ke hulu sungai,” ucapnya.

Terkait hasil penilaian yang dilakukan ia menambahkan, pihaknya memang memerlukan masukan-masukan dari tim teknis, karena tujuannya untuk memperbagus dan memperlengkap dokumen andal pihaknya.

“Masukan-masukan ini sangat kami perlukan dari tim teknis sebagai pengawas di Barito Selatan. Dokumen ini akan diperbaiki dan hasil perbaikannya akan disampaikan kepada DLH kabupaten,” tambah dia.

Ia melanjutkan, supaya tidak terjadi pencemaran ketika dilakukan pemindahan batubara dari tongkang kecil ke tongkang besar, pihaknya sudah melakukan study dan pembuatan SOP.

“Hal itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya pencemaran lingkungan dan meningkatkan hal-hal positif atas kegiatan yang akan dilaksanakan,” kata Andrianto Rezka. (Alifansyah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *