Pelajar SMA di Barito Selatan Masih Banyak Belum Divaksin

- Jurnalis

Jumat, 22 Oktober 2021 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1tulah.com, BUNTOK – Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Barito Selatan, Kalimantan Tengah masih banyak yang belum divaksin, karena sebagian siswanya takut disuntik dan ketersedian vaksin untuk pelajar masih kurang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Dusun Selatan Samsulni S Tangun kepada wartawan saat ditemui di kantornya di Kota Buntok, Kamis (21/10/2021).

Ia mengatakan, pelajar yang ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka harusnya sudah divaksin, sementara sebagian murid  SMAN 2 tidak mau divaksin.

Baca Juga :  Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

“Kami lebih baik mengalah, agar bisa tetap melaksanakan pembelajaran secara langsung,” katanya.

Ia melanjutkan, pihaknya membolehkan murid yang belum divaksin mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka secara langsung ini, tapi tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Kalau bisa pelajar dan masyarakat jangan melawan peraturan pemerintah,” kata Samsulni.

Baca Juga :  Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Ia juga menambahkan, selama ini salah satu kendala pihak sekolah menjalankan aturan pemerintah untuk menyukseskan vaksinasi pelajar adalah karena mereka takut jarum suntik.

“Kendala takut jarum suntik ini secara perlahan dapat kami atasi dengan mengalah dan melakukan pendekatan untuk memberi pemahaman pentingnya vaksinasi,” kata Samsulni. *

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru