Prostitusi Online Semakin Marak di Buntok

  • Bagikan
Wakil Ketua Komisi III DPRD Barito Selatan Bhaskaroga Basuki Dwiatmaja.

1tulah.com, BUNTOK – Perdagangan layanan seks komersial menggunakan aplikasi Michat semakin marak di Kota Buntok, Barito Selatan, Kalimantan Tengah, karena diduga ada beberapa hotel yang dijadikan tempat transaksinya.

Hal tersebut dikeluhkan oleh Toni (38) pekerja swasta seorang warga Buntok, yang merasa tertipu dengan prostitusi online.

 Advertisement Here

Kepada 1tulah.com, salah seoran warga bernama Toni (38) pada Minggu (5/9/2021) bulan lalu mengaku ditelepon oleh salah seorang petugas di salah satu hotel yang menyediakan wanita-wanita pemuas seks lelaki. Dia disuruh mengirim uang Rp 570,000 untuk biaya DP tanda jadi booking.

Ia menambahkan, setelah dikirimi uang, pihak hotel memberitahu bahwa nominal yang dikirim salah, seharusnya ia mengirim Rp 575.000, dan dia disuruh mengirim ulang lagi.

“Jelas saja saya tidak mau mengirim lagi, takutnya saya ditipu,” ungkap Toni.

Hal tersebut disayangkan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Barito Selatan Bhaskaroga Basuki Dwiatmaja.

Kepada 1tulah.com di kantornya, Senin (18/10/2021) sore, Bhaskaroga mengatakan, praktik pelacuran seperti ini membahayakan warga masyarakat. Selain menjadi sumber penularan penyakit kelamin dan HIV/AIDS, juga menjadi sumber kerusakan moral.

Ia meminta pihak hotel agar memantau tamu-tamunya untuk mengantisipasi praktik pelacuran.

Ia mengungkapkan, sebagian hotel masih asal terima tamu untuk menginap, tidak selektif.

Ia meminta penegak hukum berpatroli keliling ke hotel-hotel di Kota Buntok ini. *

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *