Dapat Emas di PON Papua, Dua Atlet Dayung Mura Dijanjikan Reward 

  • Bagikan
Dua atlet dayung asal Murung Raya yang sukses menyabet emas di PON Papua
Dua atlet dayung asal Murung Raya yang sukses menyabet emas di PON Papua

1tulah.com, PURUK CAHU – Prestasi yang diperoleh dua atlet dayung putri asal Kabupaten Murung Raya (Mura) pada PON XX di Papua mewakil Kalteng pada cabang Tradisional Boat Race (TBR) Mix 1000 meter, serta nomor 200 dan 500 sukses meraih medali emas.

Sebagai bentuk kepedulian atas rasa bangga Kabupaten Murung Raya terhadap prestasi Karmila dan Selvia Sari, sebagai bukti bahwa mereka mampu bersaing sebagai atlet dayung perempuan dilevel nasional, maka Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mura bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) Mura akan berikan beberapa reward dan bonus nantinya.

 Advertisement Here

Sekretaris KONI Mura, Bertho Kuling Kodrat menyebutkan, pihaknya akan mengatur komunikasi dan koordinasi dengan kedua atlet dayung tersebut pasca kepulangan dari PON XX di Papua nantinya.

“Sebagai wujud apresiasi nantinya, Pemkab Mura melalui Dinas Parpora bersama KONI Mura nanti akan berupaya memberikan mereka penghargaan dalam bentuk finansial misalkan seperti diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau didaftarkan sebagai anggota Polri dan TNI sesuai minat mereka,” katanya, Jumat (15/10/2021).

Menurutnya, KONI Mura akan mengatur sedemikian rupa, memberikan reward atau bonus berupa uang tunai pada saat kepulangan kedua atlet dayung tersebut yang nantinya akan kami komunikasikan dengan dewan pembina KONI yakni Bupati Mura untuk penyerahan secara langsung.

Senada itu Sekretaris Dinas Parpora Mura K. Zen Wahyu Priatna menyampaikan, terdapat beberapa perihal kedepannya yang akan menjadi bahan evaluasi mereka di bidang olahraga ini, termasuk kepada para atlet yang berprestasi mengharumkan nama daerah kita di kancah Nasional.

“Karena setiap atlet ini dibawah bimbingan masing-masing organisasi cabang olahraga atau Cabor), sama halnya seperti atlet dayung dibawah PODSI Mura yang bisa kami sebutkan mati suri,” sebutnya.

Dimana seharusnya sejak keberangkatan atletnya harus diperhatikan dan intens melakukan koordinasi. “Kedepannya harapan kami seluruh organisasi Cabor bisa proaktif memantau setiap atlet-atletnya,” tandasnya. (sur)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *