Mengaku Bisa Tarik Emas dan Uang Secara gaib, 2 Dukun Palsu di Muara Teweh Diciduk Polisi

  • Bagikan
Aja dan Badur beserta berapa lembar uang mainan yang digunakan kedua pelaku menipu korban nya.

1tulah.com, MUARA TEWEH– Dua pria di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, di ciduk polisi, Sabtu (2/10/2021) sekira pukul 16.00 WIB. Keduanya diduga melakukan penipuan, mengaku sebagai dukun yang bisa menarik emas, uang dan Berlian dari alam gaib dengan syarat melakukan ritual khusus.

Belakangan diketahui keduanya bernama JH alias Aja warga Jalan Karya Praja, No. 54 B, Rt.033, Kelurahan Melayu dan dan IR alias Badur warga Jalan Sengaji Hilir, Rt.007, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah.

 Advertisement Here

Tindak pidana penipuan ini terjadi sejak Bulan November 2020. Saat di rumah korban berinisial Ny TH di Jalan Brigjen Katamso Km.2, Kelurahan Melayu,   kedua pelaku mengaku bisa menarik perhiasan berupa emas, berlian dan uang secara gaib dengan syarat pelapor harus terlebih dahulu memberikan sejumlah uang terhadap pelaku dan uang tersebut dimaksudkan pelaku sebagai mahar untuk dirinya melakukan ritual mistik.

Modus kedua pelaku meminta uang dilakukan beberapa kali. Dalih keduanya, melakukan ritual lanjutan. Singkst cerita, setelah berapa kali meminta sejumlah uang hingga totalnya mencapai Rp 300 juta, kedua pelaku menyerahkan kardus kepada korban.

Usai menyerahkan, kardus yang diberikan itu oleh kedua pelaku baru bisa dibuka beberapa minggu kemudian.

Alangkah terkejut, setelah kardus dibuka ternyata isinya, ada dua buah bantal dan kain hitam, dan diatasnya ditaroh beberapa lembar uang mainan seratus ribu.

“Kedua pelaku ini menipu korban, kalau kardus yang diserahkan dibuka sesuai waktunya beberapa minggu, maka akan berisi emas, berlian dan uang. Ternyata tidak benar, dan korban melaporkan ke polisi. Kedua pelaku sudah kami amankan setrlah berapa lama melakukan pengejaran,” ujar AKP M Tommy palayukan, Kasat Reskrim POlres Barito Utara, Minggu (3/10/2021) sore.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku diancam dengan pasal 378 KUHP. Dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara.(*)

Reporter : Tim Redaksi

 

  • Bagikan

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *