1tulah.com, BUNTOK – Badan Pecelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Barito Selatan, Kalimantan Tengah akan memberikan kemudahan bagi penyandang thalasemia dan hemofilia yang ada di Kabupaten setempat, karena sebelumnya penyakit ini belum termasuk dalam program BPJS kesehatan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan cabang Barito Selatan Elly Damaiyanti kepada wartawan, Sabtu (18/9/2021) di Buntok.
“Sampai saat ini terdapat beberapa peserta JKN KIS penyandang thalasemia di Barito Selatan yang melakukan terapi rutin transfusi darah baik pelayanan rawat inap maupun pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Jaraga Sasameh,” ucapnya.
Saat ini ia melanjutkan, akan diterapkan simplifikasi pelayanan rujukan pasien thalasemia mayor dan hemofilia, dimana BPJS Kesehatan memberikan kemudahan akses pelayanan dan administrasi bagi peserta JKN –KIS khususnya penyandang thalasemia dan hemofilia yang menjalani terapi rutin transfusi darah, obat hemofilia, dan obat kelasi besi dirumah sakit setempat.
“Melalui simplifikasi ini, Peserta JKN KIS penyandang thalasemi dan hemofilia tidak perlu lagi mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk memperbarui surat rujukannya,” ujar Elly.
Ia menambahkan, Untuk perpanjangan masa berlaku surat rujukan yang sudah habis, peserta JKN KIS penyandang thalasemia dan hemofilia cukup menunjukan kartu JKN KIS dan surat keterangan kontrol kepada petugas administrasi rumah sakit. Selanjutnya dengan aplikasi V_Claim, petugas Rumah Sakit akan memperpanjang masa berlaku surat rujukan peserta JKN KIS tersebut untuk 90 hari berikutnya.
“Untuk di Barito Selatan sendiri Kami BPJS kesehatan akan secepatnya melakukan Koordinasi dengan Pihak Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) atau Rumah Sakit setempat terkait dengan implementasi simplifikasi ini. Agar peserta JKN KIS penyandang Thalasemia dan hemofilia di Kabupaten setemlat lebih mudah mendapatkan pelayanan untuk terapi rutin dan tidak perlu lagi datang ke FKTP untuk meperpanjang rujukan,” kata Elly. (Alifansyah)

![Willy Dozan mengaku tak bisa lagi melakukan adegan ekstrem dalam film. Penyebabnya karena dia mengalami pengapuran di kaki. [Rena Pangesti/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/willy-dozan-360x200.jpg)




![Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/purbaya-rupiah-anjlok-225x129.jpg)
![ARSIP-Suasana pengolahan sampah di Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta, Selasa (25/2/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/bank-sampah-225x129.jpg)




![Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/purbaya-rupiah-anjlok-360x200.jpg)
![ARSIP-Suasana pengolahan sampah di Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta, Selasa (25/2/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/bank-sampah-360x200.jpg)








