1tulah.com, MUARA TEWEH-Hingga kini motif tewasnya seorang pelajar SMAN 2 Muara Teweh gantung diri pada Senin (16/8/2021) sekira pukul 12.30 WIB, masih misteri. Padahal polisi sudah memeriksa sebanyak 14 saksi.
“Kami masih dalami kasus ditemukannya seorang wanita tewas gantung diri di Kelurahan Jingah. Orang-orang terdekat korban, baik keluarga, teman, pacar korban hingga guru sudah dimintai keterangannya. Ada sebanyak 14 orang mungkin yang sudah kita periksa,” ujar Kapolsek Teweh Tengah AKP Reny Arafah kepada wartawan, Kamis (19/8/2021).
Dari keterangan saksi mata kata AKP Renny, korban terakhir kali pada hari minggu. Korban masih pergi keluar rumah seperti biasa membeli paket Wifi dan duduk di bawah pohon. Dan dihari naas itu sebelum ditemukan tewas, tetangga korban sempat mendengar korban telpon kepada seseorang dan mendengarkan musik dari dalam rumah korban.
Petunjuk lain, lanjut AKP Renny, polisi juga sudah mendapati bukti-bukti percakapan Whatpps korban, dengan teman-temannya. Dari percakapan dan curhatan WhatApps itu pula diketahui jika korban tidak naik kelas di sekolah.
Banyak hal juga yang ditulis korban kepada teman-temannya di dalam percakapan whatapps, seperti i love you, dont forget me.
Malah korban sempat menuliskan pertanyaan ini kepada temannya, sebelum ia ditemukan tewas gantung diri.
Kalian percayalah kalau depresi timbul tanpa sebab. Saya jadi orang yang merasakannya saat ini, dan saya jadi orang yang tidak berguna.
Ditambahkan AKP Renny, banyak percakapan di Whatpps itu antara korban dan teman-temannya. Mereka menguatkan korban agar semangat dan tetap bersekolah.
“Kami saat ini tinggal menunggu hasil visum dan hasil outopsi korban dan secepatnya bisa menyimpulkan motif ditemukannya pelajar ini tewas gantung diri,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Jingah Rt 03 geger ditemukannya seorang pelajar tewas gantung diri, Senin (16/8/2021) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban bernama Lidya Savitri pertama kali ditemukan oleh orang tuanya, yakni Juanadinur dan Meldayanti, saat keduanya kebetulan datang dari Desa Liang Naga ke tempat kejadian perkara untuk mengunjungi korban. Rumah yang ditempati korban milik kakek dan neneknya. (*)

![Sherina Munaf ceritakan pengalaman ikut bantu padamkan karhutla di Kalteng [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/serina-karhutla-360x200.jpg)
![Heboh Arya Wedakarna Nongol di Acara Miss Transgender, Sosok Berseragam Militer Jadi Gunjingan [Instagram Arya Wedakarna]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/arya-trans-gender-360x200.jpg)
![Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/bantah-mualaf-360x200.jpg)


![Sherina Munaf ceritakan pengalaman ikut bantu padamkan karhutla di Kalteng [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/serina-karhutla-225x129.jpg)
















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

