1tulah.com, PURUK CAHU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya melaksanakan rapat koordinasi lintas agama dalam rangka persiapan pelaksanaan Idul Adha 1442 H, Rabu (14/07/2021) di aula gedung B kantor Bupati.
Acara dipimpin Wabup Mura Rejikinoor dihadiri Kapolres Mura AKBP I Gede Putu Widyana, Sekda Mura Hermon,
Danramil 1013-07/Murung Lettu Inf Syahroni, kepala Kemenag Mura H Marzuki Rahman dan undangan lainnya.
Wabup Rejikinoor menyampaikan, tujuan rapat yaitu menindaklanjuti SE Kementerian Agama no 15 tahun 2021 terkait penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah pada situasi pandemi. “Terutama menyikapi adanya peningkatan kasus covid yang signifikan di Kabupaten Murung Raya,” kata Wabup.
Kapolres Mura AKBP I Gede Putu Widyana, mengatakan, 3 hal yang diwaspadai dalam perayaan ibadah idul adha yaitu takbiran, pelaksanaan sholat id, dan pelaksanaan penyembelihan serta distribusi daging hewan qurban.
“Dalam setiap tahapan perayaan idul adha mulai dari pelaksanaan sholat id hingga distribusi hewan qurban dihimbau untuk tetap berkoordinasi dengan babinsa maupun bhabinkamtibmas dalam rangka pengamanan ibadah masyarakat,” terang Kapolres.
Kepala Kemenag Mura Marzuki Rahman, mengatakan, berdasarkan SE kemenag untuk daerah zona oranye pelaksanaan ibadah di lapangan terbuka atau di masjid/mushala ditiadakan.
“Untuk itu mengingat saat ini situasi di Kabupaten Murung Raya termasuk pada zona oranye maka pelaksanaan ibadah ditiadakan. Pelaksanaan ibadah idul adha dapat dilakukan hanya dapat dilaksanakan diluar daerah zona merah/oranye berdasarkan pengamatan pemerintah daerah,” bebernya.
Adapun kesepakatan dalam rapat koordinasi yaitu, adanya SE Kemenag tetap disosialisasi kepada masyarakat tentang pelarangan pelaksanaan ibadah idul adha pada daerah yang termasuk pada zona oranye dan kuning, namun kebijakan dari Pemda yaitu tetap adanya pelaksanaan ibadah idul adha namun menggunakan prokes yang ketat.
Membagi jamaah ke mushalla dan tempat lain agar tidak terjadi penumpukan pada saat pelaksanaan ibadah di masjid, terutama untuk daerah yang memiliki satu masjid dan kapasitas yang kecil.
Pemotongan hewan qurban dilaksanakan di tempat yang telah ditentukan tiap panitia masjid.
Pembagian daging qurban tidak menggunakan kupon dan melaksanakan pembagian secara door to door guna menghindari adanya kerumunan masyarakat.
TNI, Polri, Banser, dan Saka Wira Kartika akan melaksanakan apel gabungan dan pembentukan panitia guna pelaksanaan pengamanan tempat ibadah. (sur)