Residivis di Bartim Ini Perkosa Dua Gadis Sekaligus di Sebuah Gubuk

  • Whatsapp
Kapolres Bartim AKBP Afandi Eka Putra saat gelar press rilis terkait kasus curat dan perkosaan di wilayah hukum Barito Timur, kalimatan Tengah.

1tulah.com TAMIANG LAYANG – Dua gadis di Kabupaten Barito Timur (Bartim) Kalimantan Tengah di perkosa oleh si A, residivis kambuhan di sebuah gubuk di Kota Tamiang Layang.

Modusnya, pelaku membujuk dan membawa kedua wanita berinisial HT (19) dan HM (23) ke tempat hiburan Karaoke. Di cekoki minuman keras (miras), lalu di bawa ke sebuah gubuk selanjutnya diperkosa berkali-kali.

Bacaan Lainnya

,

Peristiwa kelam dua wanita penjaga warung kopi di wilayah hukum Kecamatan Dusun Timur ini terjadi pada Hari Minggu tanggal 15 November 2020.

“Kasusnya tidak hanya perkosaan juga pencurian dengan kekerasan. Dua wanita  HT dan HM jadi korban dan pelakunya berinisial A merupakan residivis tiga kali keluar masuk tahanan. Setelah dilaporkan tidak sampai 1 x 24 jam dapat kita amankan,”  kata Afandi Eka Putra, Kapolres Bartim saat menggelar jumpa pers, Selasa (24/11/2020).

Dibeberkan Afandi, peristiwa ini bermula, pelaku dan seorang teman mengajak kedua korban ke tempat hiburan karaoke. Ditengah jalan, teman pelaku pulang, hanya mereka bertiga lanjut ke tempat hiburan.

Di tempat karaoke mereka bernyanyi sambil minum-minuman. Kelar hiburan ketiga nya melanjutkan perjalanan ke sebuah gubuk.  Disinilah tindak kekerasan pencurain dan perkosaan terjadi.

“Pelaku menggancam dengan senjata tajam (badik) terhadap dua korban untuk menyerahkan HP dan uang. Tidak itu saja,  pelaku ini juga melakuakn pengancaman dan kekerasan minta hubungan badan. Karena ketakutan, kedua korba pasrah di setubuhi berkali-kali. Ada yang sebanyak dua kali dan satunya sebanyak empat kali,” ungkap Kapolres.

Usai melampiaskan nafsu birahinya, pelaku memang baik mengantarkan kedua korban pulang. Namun, pesan ancaman dismpaikan pelaku, jka berani menceritakan hal yang sudah dilakukan, kedua korban kembali diancam.

“Karena takut dan binggung, kedua korban baru melapor peristiwa dialami tiga hari setelah kejadian, tepatnya pada tanggal 18 November. Laporan langsung kita tindaklanjuti, tidak sampai 1 x 24 jam pelaku berhasil diamankan,” terang Kapolres AKBP Afandi Eka Putra.

Dari catatan, sambung Afandi, tersangka merupakan residivis. Tercatat sudah tiga kali keluar masuk rutan dengan kasus kurang lebih sama, ada yang pencurian ada yang perampokan dan juga pernah melakukan pemerkosaan.

Atas perbuatannya ini, polisi menyangkakan pasal berlapis yaitu pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara dan atau pasal 285 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

“Dengan adanya kejadian ini, kami kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat Bartim untuk lebih berhati – hati lagi, jangan langsung percaya dengan orang yang kita baru kenal dan selalu memperhatikan keamanan, keselamatan diri kita masing – masing,”pungkasnya. (zek/eni)

 

 

 

 

 

 Advertisement Here ,
,

Pos terkait