Home / Metrokrim / News

Senin, 16 November 2020 - 18:12 WIB

Sengketa Lahan di Pandran, Polisi Amankan 16 Warga

1tulah.com, MUARA TEWEH – Komplik warga Desa Pandran Raya Kecamatan Teweh Selatan Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah dengan Perusahaan Sawit PT Antang Ganda Utama (AGU)/DSN ternyata belum juga usai. Polisi pun turun tangan dengan mengamankan belasan warga, Sabtu (14/11/2020) siang.

Kepala Desa Pandran Jaya, Musmuliadi saat dihubungi 1tulah.com, Sabtu (14/11/2020) malam membenarkan 16 warga nya diamankan polisi.

,

“Ia ada 16 orang warga saya diamankan, termasuk 5 diantarnya anak dibawah umur. Saya belum tau apa masalahnya,” ucap Kades Musmuliadi melalui sambungan telepon.

Dia mengatakan, situasi sempat memanas hingga malam hari, karena warga desa protes atas penangkapan dan minta ke 16 warga ditangkap untuk dilepas.

Polisi dapat menyudahi situasi malam itu, dan tetap membawa ke 16 warga Desa Pandran ke Mapolres. Hasil pemeriksaan diperoleh informasi, 5 anak dibawah umur sudah dipulangkan. Sementara 11 warga lain masih menjalani pemeriksaan intensif.

Terpisah, Ketua Kelompok Tani Sepakat Desa Pandran Raya Dirukayan, Senin (16/11/2020) siang di Mapolres Barut kepada 1tulah.com mengatakan, warga di tangkap saat pergi ke kebun. NMereka dicegat polisi di jalan.  Dia meminta polisi agar bisa melepas warga yang ditahan.

“Sebelumnya kami sudah ada pembcaraan dengan pimpinan PT AGU di Jakarta. Lahan yang ada di Desa pandran maunya kami  kembali ke status quo, dan kembali duduk bersama menyelesaikan masalah,” timpal Dirukayan.

Barang bukti yang diamankan polisi. (foto.Dok. Polisi)

Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Hendra Rochmawan kepada wartawan, Senin (16/11/2020) sore membenarkan, polisi sedang menangani masalah di Pandran Raya. “Berdasarkan penjelasan dari pihak Polres, lahan tersebut secara sah milik PT AGU. Ada HGU di situ. Perusahaan sudah melakukan edukasi dan memberikan informasi tentang masalah ini,” ujar Kombes Hendra Rochmawan.

Dijelaskannya pula, Ada pihak yang diduga memanen sawit di Blok M Estate Pandran, sehingga polisi mengambil langkah hukum. Lokasi tempat kejadian perkara (TKP) merupakan areal HGU dengan sertifikat nomor 15040109200003 Keputusan Bupati Barito Utara nomor 118.45/450/2003 tentang perpanjangan pemberian izin lokasi untuk perkebunan sawit . Persetujuan Bupati Barito Utara nomor 544/bid/BU .410/2020 tentang perubahan luas lahan PT AGU.

Lagi sambung Hendra, terhadap warga yang diduga melanggar hukum dikenakan pelanggaran Pasal 362 juncto 363 KUHP tentang pencurian dan ada pula yang dikenakan UU Nomor 12 tahun 1951 tentang senjata tajam. ” Bagi yang masih di bawah umur, kita lakukan pembinaan,” kata Hendra.

Sementara itu Kuasa Hukum Warga Pandran Raya Jubendri Lusfernando sangat menyayangkan langkah yang ditempuh PT AGU, karena selama ini pihak warga sangat bersabar.

“Masalah utama, warga dari kelompok tani di luar Pandran Raya yang justru menikmati hasil kemitraan. Mereka meminta perusahaan bersikap adil, karena lahan masuk Desa Pandran Raya,” terang Juben.

Pantauan itulah.com di Mapolres Barut, banyak sepeda motor dan buah tandan sawit yang diamankan polisi. Keluarga dari warga yang ditahan juga banyak berkunjung mengatar makanan. (eni)

 Advertisement Here ,
,

Share :

Baca Juga

Muara Teweh

Kodim 1013/mtw Gelar Apel Satgas Huma Betang Barut

Metrokrim

Bos Logistik di Perusahaan Tambang, di laporkan ke Polisi. Dugaan Hendak Perkosa Anak Buahnya

Muara Teweh

Empat ASN Dinkes Barut Terkonfirmasi Covid. Satu Meninggal Dunia

Berita

Lima Anggota BPD Rahaden Diresmikan

Muara Teweh

Peringatan Untuk Bandar Narkotika di Muara Teweh, Polisi Bikin Pakta Integritas Anti Narkotika

News

Satu Kasus Baru Covid-19 Membuat Mura Kembali ke Zona Merah

Apps

The WikiLeaks Emails Show How a Clinton White House Might Operate

Buntok

Dugaan Ijazah Palsu Warnai Pencalonan Damang Kepala Adat di Barsel
error: Content is protected !!