Nakes di RSUD Muara Teweh Sabar Ya. Ibu Dirut Bilang Dana Insentif Covid Sedang Proses

  • Whatsapp
Dana insentif Covid dlam proses. Foto ilustrasi diambil dari internet.

1tulah.com, MUARA TEWEH – Meski sudah disuarakan hingga ke sidang Mahkamah Konstitusi (MK), terkait belum di bayarkannya insentif dana penanganan pasien Covid-19 di RSUD Muara Teweh, puluhan tenaga kesehatan (nakes) harus rela bersabar. Kenapa? Managemen RSUD Muara Teweh, saat ini baru mengajukan proses pencairan.

 Advertisement Here

Direktur RSUD Muara Teweh drg Dwi Agus Setidjowati, menjelaskan, terkait dana insentif penanganan Covid-19 untuk tenaga kesehatan khusus menangani covid, saat ini masih dalam proses. “Insentif Covid sedang dalam proses karena menggunakan dana BOK,” kata Dwi Agus Setidjowati, Rabu (28/10/2020) malam.

 Advertisement Here

Terkait insentif dana penanganan pasien Covid-19 yang belum terbayarkan ini, ramai disuarakan nakes dan medis di RSUD Muara Teweh. Sejak tiga bulan lalu sudah tersiar luas kabarnya. Terakhir disuarakan lagi oleh salah satu dokter spesialis Anestesi, Dr Chilafat Dalimunthe yang menceritakannya di sidang Mahkamah Konstitusi, Selasa (27/10/2020).

Baca Juga :  Merusak Gunung Peyuyan, Majelis Daerah Hindu Kaharingan Gugat PT Indexim 13 Miliar Lebih

Berita terkait : Bersaksi di Sidang MK, Dokter RSUD Muara Teweh Mengaku Belum Dapat Insentif Penanganan Covid-19

Baca juga : 300-an Pegawai RSUD Muara Teweh Gundah Gulana, Dana Jasmed Hingga Kini Belum Cair

Dokter yang bertugas di RSUD Muara Teweh ini, menjadi Saksi yang dihadirkan oleh para Pemohon Perkara 43/PUU-XVIII/2020 terdiri atas Ahmad Sabri Lubis dan 9 Pemohon lainnya sebagai perorangan warga Negara Indonesia.

Sidang keenam yang digelar Selasa (27/10/2020) itu  dalam rangka pengujian Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (UU Penanganan Covid-19).

Baca Juga :  Kasus Covid Masih Tinggi, Pemkab Larang Hotel Armani Buka Tempat Hiburan

“Kami pun mendengar bahwa dokter yang bertugas di daerah akan mendapatkan bantuan insentif dari pemerintah, terutama yang terlibat langsung dengan penanganan pasien Covid-19. Tetapi Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada yang kami terima. Namun hal itu tidak mengurangi semangat kami untuk kerja menangani pasien Covid-19,” kata Chilafat saat memberikan kesaksian, seperti di kutik dari website mkri.id.

Dikonfirmasi 1tulah.com, Rabu (28/10/2020) pagi, Dr Chilafat Dalimunthe membenarkan hingga kini mereka belum menerima insentif itu. “Kalau nakes bertanya nya hanya ke rumah sakit, mengenai kendala kami tidak tau,” kata Chilafat, Rabu (28/10/2020).

Informasi diperoleh dari berbagai sumber, dana insentif penanganan Covid-19 yang belum diterima nakes yang khusus menangani Covid adalah sejak Bulan Maret 2020 hingga kini. (eni)

 

Pos terkait