Legislatif Batara Soroti Rendahnya Serapan Dana Desa

0
102

MAURA TEWEH,1tulah.com– Kalangan Legislatif Barito Utara(Batara) Kalimantan Tengah menyoroti data rendahnya serapan dana desa(DD) maupun Alokasi Dana Desa(ADD). Hingg triwulan II terhitung 4 Juli 2019, realisasi penyaluran dana desa hanya terserap hanya 20 persen. Ironi nya lagi hingga kini masih ada sejumlah desa yang belum sama sekali terealisasi.

Mustafa Joyo Muhtar, legislator DPRD Batara mengatakan, rendahnya serapan anggarn hendaknya menjadi perhatian serius buat pemerintah daerah terutama SOPD terkait dan perlu dicarikan solusinya.

Memang kata politisi asal Partai Gerindra ini, kalau anggaran tersebut tidak terserap atau tersalurkan tidak akan hilang dan kembali ke Negara, namun tentunya sangat disayangkan karena peruntukan uang itu jelas untuk mempercepat pembangunan di desa – desa .

Selain itu tidak maksimalnya penyaluran dana desa akan menjadi bumerang bagi kita karena ini berarti kita tidak mampu mengelola dana tersebut dan bisa juga menggambarkan bahwa sumber daya manusia kita masih belum mampu menggunakan dana milyaran,” ujarnya.

Dia meminta, Pemerintah daerah melalui dinas terkait hendaknya mencari solusi dan peningkatan SDM aparatur desa serta terus melakukan pendampingan agar dana tersebut bisa digunakan semaksimal mungkin untuk pembangunan desa.

Menurut data, desa yang masih 0 persen realisasinya adalah, Desa Kandui, Jaman Kecamatan Gunung Timang, sedangkan untuk Kecamatan Gunung Purei adalah Desa Muara Mea, Lawarang, Lampeong II, Berong, Baok dan Desa Tambaba.
Kecamatan Teweh Timur, Desa Sampirang I dan Sampirang II, Liju, juga Desa Muara Wakat. Kemudian Kecamatan Teweh Tengah adalah Desa Sei Rahayu II dan Desa Datai Nirui.
Sedang Kecamatan Teweh Baru hanya satu desa yang serapannya masih 0 persen, yakni Desa Sabuh, sedangkan Kecamatan Teweh Selatan juga ada satu desa yang belum terealisasi yakni Desa Pandran Raya.
Hal positif adalah Kecamatan Lahei dan Lahei Barat juga Kecamatan Montallat dimana semua desa di kecamatan ini sudah terealisasi 20 persen.
Sisa dana yang masih tersedia untuk Kecamatan Montallat Rp.4.957.405.600,- dari jumlah pagu dana desa sebesar Rp 6.196.757.000,-., sedangkan Kecamatan Gunung Timang sisa dana tersedia masih Rp.11.961.587.600,- dari pagu Rp.14.438.453.000,-.
Kemudian Kecamatan Gunung Purei dari pagu Rp.9.163.159.000, masih tersisa Rp.8.345.224.600,- dan Kecamatan Teweh Timur masih tersisa Rp.9.244.597.600 dari pagu Rp.11.107.050.000,- ditambah lagi Kecamatan Teweh Tengah dana tersedia Rp.7.115.814.200,- dari pagu Rp 8.469.548.000,-.
Kecamatan Teweh Baru dana yang maaih tersedia Rp 7.854.411.800,- dari Rp.10.195.290.000,-, kemudian Kecamatan Teweh Selatan dana tersedia Rp.7.741.744.600,- dari pagu Rp.9.446,570.000,-, Kecamatan Lahei dana tersedia Rp.8.339.362.400,- dari pagu Rp.10.424.203.000, kemudian Kecamatan Lahei Barat dana yang masih tersedia Rp.8.572.097.600,- dari jumlah pagu Rp.10.715.122.000,-. sehingga total dari pagu dana desa Ro.90.156.152.000 yang seharusnya terserap habis , maka pada hap II per Juli 2019 masih tersedia Rp.74.132.246.000,-.(Nie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here