Bunuh Bosnya, Tiga Tahun Baru Ketahuan Akibat Kicauannya Sendiri

0
1100
Kapolres Batara AKBP Dostan Matheus Siregar, saat menggelar jumpa pers terkait kasus pembunuhan tiga tahun silam yang berhasil mereka ungkap.

MUARA TEWEH,1tulah.com -Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, suatu saat baunya akan tercium juga.Serapih apapun bangkai ditutupi, tetap saja bau busuknya akan menyebar kemana-mana. Begitupun kebohongan dan kecurangan, meski disembunyikan suatu saat akan terbongkar. Pepatah lama ini tepat dialamatkan untuk Fadlyanor alias Fadli(26).

Perbuatannya membunuh dengan keji Lilindra Candra Eta alias Indra di tahun 2016, akhirnya terungkap. Kejahatannya ini terbongkar justru dari kicauan nya sendiri, yang bercerita ke orang lain pernah membunuh seseorang tiga tahun lalu.

Perbuatannya diungkap Jajaran Satreskrim Polres Barito Utara,Kalimantan Tengah, Bulan Juni 2019, setelah beberapa bulan melakukan penyelidikan. Candra(korban,red) diketahui warga Surabaya(Jatim), danmerupakan bos Fadli(pelaku). Keduanya bekerja di PT  Tri Sakti Cipta Nusantara. Motif pelaku membunuh korban lantaran sakit hati gaji tak dibayar.

Kapolres Barito Utara (Batara)  AKBP Dostan Matheus Siregar,saat menggelar jumpa pers,rabu(19/6/2019 mengatakan, Kejadian terjadi sekitar bulan Maret 2016. Polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada mendengar langsung dari pelaku melakukan pembunuhan di tahun 2016. Laporan itu ditindaklanjuti. Pelaku didapat dan dilakukan interogasi, serta melakukan kroscek lapangan, termasuk ke keluarga korban yang berada di Surabaya. Dari keluarga membenarkan jika hingga kini korban tak ada kabar.

“Kami lakukan pendalaman dan akhirnya menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan di kubur oleh pelaku. Motif pembunuhan pengakuan pelaku sakit hati, saat meminta gaji dijawab tak mengenakkan oleh korban,” ujar Kapolres.

Korban dibunuh dengan cara ditusuk ke dada korban menggunakan pisau. Setelah dihabisi pelaku mencoba menghilangkan barang bukti. Mobil milik perusahaan yang digunakan oleh korban dan pelaku tersebut di titipkan kepada rekannya, Santo di Kabupaten Murung Raya. “Pelaku kita ancam Pidana maksimal 15 tahun kurungan penjara,” tegas Dostan Matheus Siregar.

Sementara Fadli(pelaku, red) yang diketahui beralamat di Jalan Kenanga Muara Teweh  mengaku gajinya sebesar  Rp.1.400.000 tidak dibayar oleh sang bos. Sehingga, Ia melakukan pembunuhan ketika si korban sedang asyik bermain HP di dalam mobil.
Ia mengeksekui korban siang hari di jalan Permata Annisa komplek perumahan H.Taher. “Tususkan ke dua mengenai lengan kiri saya hingga tembus, pas tusukan ke 3 baru korban tersugkur dan tidak berdaya. Lalu saya kubur di Jalan Blok Km 24 Desa Hajak,” aku pelaku, sembari mengatakan ia sempat singgah di RSUD Muar Teweh merawat luka ditangannya.(Nie)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here