MUARA TEWEH,1tulah.com – Warga di Desa Bintang Ninggi I Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, tak bias menikmati Lebaran Idul Fitri dengan kemeriahan. Sebaliknya, tiga warga desa di Rt 4 justru dirundung duka. Rumah ketiga warga ini roboh akibat tanah pinggir sungai mengalami abrasi.

Beruntung tak  ada korban jiwa dalam peristiwa longsor yang terjadi tepat di hari Rabu(6/6/2019) sekira pukul 22.00 WIB. “Tak ada hujan dan petir malam itu. Tanah longsor tiba-tiba merobohkan rumah kami. Saya langsung keluar rumah saat mngetahui rumah saya miring akibat tanah terbelah,” ujar Sabirin menuturkan kepada 1tulah.com, Sabtu(8/6/2019) abrasi tanah akibat hantaman gelombang sungai.

tiga rumah yang parah akibat tanah longsor

Dua tetangganya, terang Sabirin juga mengalami hal sama rumahnya bergeser miring ke tepian sungai, akibat gesekan tanah. Namun diakuinya, dua tetangganya sudah terlebih dahulu mengungsi. “Mereka(tetangga,red) sudah mengungsi tiga hari lalu, saat terjadi longsor pertama yang mengakibatkan tanah bergeser. Hanya saya yang ketika rumah nyaris roboh berada didalam,” terangnya, sembari mengatakan hingga tengah malam ia  menyelamatkan barang miliknya.

Tanah pinggiran sungai itu mengalami penurunan hingga dua meter. Ada tiga rumah warga yang terkena dampak parah. Saat ini ketiga kepala keluarga sudah mengungsi ke tempat lebih aman. Mereka juga berharap ada bantuan dan perhatian dari pemerintah daerah setempat. “Tim dari kabupaten memang ada melihat kesini, tetapi bantuan dari pemerintah daerah belum ada, timpal Normawati, salah korban lainnya.

Kepala Desa Bintang Ninggi I Kecamatan Teweh Selatan, Efri Budi kepada 1tulah.com mengatakan, ada sepuluh kepala keluarga yang bermukim di pinggiran sungai, yang rawan terkena longsor. Dirinya mengakui sudah melaporkan kejadian ini ke Camat Teweh Selatan.

“ Kami hanya melaporkan melalui sambungan telepon karena terbentur libur lebaran. Senin kami akan melakukan rapat desa, guna mencari solusi penanganan dan sangat berharp bantuan dari pemerintah daerah, terutama untuk para korban yang rumah nya nyaris ambruk,” kata Budi.

Pihak desa pun tambahnya, akan melaporkan ke pemerintah daerah agar sepuluh kepala keluarga yang bermukim di pinggiran sungai rawan longsor itu untuk direlokasi ke daerah aman.

Terpisah Kepala BPBD Kabupaten Barito Utara, Gazali Montalatua di konfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya melalui bidang terkait sudah menurunkan tim guna mendata rumah rusak akibat longsor. “Kejadiaan longsor itu sudah di data, dan segera akan dilaporkan ke pimpinan,” katanya.(Nie)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here