Warga Desa Hendak Beralih Menggunakan Kayu Bakar, Elpiji 3 Kg Langka dan Mahal.

0
154
Warga Kota Muara Teweh, saat antri dan berebut membeli Gas Elpiji 3 kg

MUARA TEWEH,1tulah.com – Meski sudah beberapa kali dirapatkan dan dibahas oleh pemerintah daerah Kabupaten Barito Utara, kalimantan Tengah bersama pihak regulasi, ternyata keberadaan Elpiji bersubsidi 3 kg masih sulit dicari. Jikapun ada harganya tetap selangit. Warga yang tinggal dipedesaan teriak, sebab elpiji langka. Jikapun ada harganya selangit. Pertabung bisa mencapai 55 ribu hingga 60 ribu.

Hal ini diungkapkan dua kepala desa(kades) di Barito Utara. Mereka mempertanyakan kelangkaan dan harga selangit di desa nya.

Syaiful, Kepala Desa Jangkang Baru Kecamatan Lahei Barat mengatakan, di desanya harga elpiji tiga kg berkisar Rp50 ribu-Rp55 ribu per tabung. Kondisi ini sudah berjalan cukup lama sehingga menyebabkan kesulitan bagi warga desa yang memiliki penghasilan pas-pasan.

“Selama tujuh tahun terakhir ini, warga desa harus membeli BBM dan elpiji dengan harga yang relatif mahal. Kiranya pihak terkait bisa turun tangan untuk mengatasi masalah tersebut, karena BBM dan elpiji ada yang disubsidi,” ujarnya kepada wartawan,Rabu(3/4/2019).

Senada dengnanya, Kades Desa Rimba Sari Kecamatan Teweh Tengah, Adi mengungkapkan, harga elpiji tiga kg di Desa Rimba Sari menembus Rp60 ribu. Ini menyebabkan masyarakat kecil kembali berpikir memakai kayu bakar untuk memasak,” timpal Adi.

Dikatakannya, kenaikan harga yang sangat signifikan ini mengundang pertanyaan publik, karena lokasi Desa Rimba Sari masih berada dalam kawasan Kecamatan Teweh Tengah, sewilayah dengan ibukota Kabupaten Barito Utara, Muara Teweh.

“Saya menduga ini ada permainan, elpiji tiga kg sengaja dibuat langka, supaya harganya melambung tinggi,” tutupnya.(Nie)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here