Harja Jual Sarang Walet Turun, Pengelola Mulai Mengeluh

0
855

MUARA TEWEH,1TULAH.COM Anjloknya harga sarang burung walet yang biasanya mengiurkan, membuat sejumlah pengusaha air liur walet di Barut dibuat pusing. Turun drastisnya pasaran harga walet sudah dirasakan kalangan pengusaha dalam satu bulan terakhir ini.

Turunnya harga berkisar hanya Rp9 juta per kilogram untuk jenis mangkok. Sedangkan jenis sudut Rp7 juta, dari harga normal sebelumnya Rp16 juta. Selain itu untuk jenis patahan turun Rp6 juta yang sebelumnya Rp15 juta.

Seperti yang diutarakan Muslih, biasanya harga sarang burung walet hanya selisih Rp1 juta dengan harga di luar Kalimantan. Sehingga para pembudidaya walet di daerah ini hampir semuanya membudidaya di gedung atau rumah burung walet tidak mau repot untuk membawa atau menjual keluar daerah.

Menurut dia, turunnya harga sarang burung walet ini, diperkirakan hanya sementara karena biasa terjadi menjelang pergantian akhir tahun baru dan imlek. “Meski harga turun, namun kami tetap menjual karena kalau disimpan atau ditahan justru akan berubah warna menjadi kuning. Jika begitu harganya justru akan bertambah turun karena kualitasnya berubah,” jelasnya, Minggu (17/12).Dia mengatakan, petani walet di daerah ini dalam melakukan panen mulai sejak pagi hari. Sedangkan sore harinya sudah dijual sebab langsung dibeli secara kontan, kecuali memang pengepulnya yang langsung menjual ke pengusaha besar untuk keperluan ekspor.

Di Barut sendiri, sesuai data di peroleh dari Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) setempat, ada sekitar 1.469 unit usaha penangkaran burung walet  yang terdata. Dimana itu tersebar di 9 kecamatan, yang76 persen lebih berada di Kecamatan dan desa.

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Barut Aswadin Noor mengatakan, saat ini pihaknya sedang gencar melakukan sosialisasi sekaligus melakukan pemungutan bagi sarang burung walet di sembilan kecamatan.

“Tahun ini sudah empat kecamatan yang telah dilakukan sosialisasi. Sedangkan lima kecamatan lainnya dilakukan 2018 mendatang,” terangnya.(deni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here