Foto. Ilustrasi NET

MUARA TEWEH –Realisasi pajak sarang burung walet dari sejumlah pengusaha atau pembudidaya walet di daerah ini yang sudah berproduksi, Januari-19 Oktober 2017 sudah terealisasi sebesar Rp 11.390.000,-

Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi pembayaran yang dilakukan para pengusaha atau pembudidaya walet di daerah ini.

“Alhamdulillah pada tahap pertama ini sudah ada pembayaran pajak sarang burung walet dengan realisasi  sebesar Rp 11.390.000. Tentu realisasi ini masih jauh dari target yaitu sebesar Rp50 juta,” kata Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Barut, Aswadinnoor, Senin (23/10).

Guna memaksimalkan lagi, kata dia, kedepan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi pajak sarang burung walet ini dengan melibatkan beberapa instansi terkait seperti bidang perijinan, BPKA, Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan, Lingkungan Hidup, Satpol PP dengan turun ke sembilan Kecamatan se-Barut.

“Sosialisasi ini nantinya juga akan dihadiri Bupati Barut H Nadalsyah guna memberi arahan kepada para pengusaha ataupun pembudidaya atau petani walet mengenai pajak sarang burung walet dengan dasar Peraturan Bupati (Perbup) No 39 Tahun 2017,” bebernya.

Dalam Perbup nantinya, kata dia, harga sarang burung walet diambil dari harga paling rendah yaitu sebesar Rp6 juta  per kilogramnya. Sementara yang dipungut adalah sebesar 10 persen. “Artinya jika harga Rp6 juta perkilo hanya Rp600 ribu saja yang disetorkan. Nilai ini kami anggab tidaklah terlalu memberatkan para pengusaha sarang burung walet,” ujarnya.

Data BPPD Barut, bangunan sarang burung walet yang sudah terdata berjumlah 1.469 bangunan. Sedangkan yang sudah berproduksi atau panen sebanyak 225 bangunan sarang burung walet, sisa yang belum panen 1.244 bangunan. (deni)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here