MATARAM- Pemerintah Kota Mataram meluncurkan kampung wisata kreatif sampah terpadu di Lingkungan Selaparang, Kelurahan Banjar, sebagai salah satu destinasi wisata baru yang menawarkan nuansa kampung warna-warni di bantaran Sungai Jangkuk.

Peluncuran kampung wisata kreatif sampah terpadu atau disebuat “Kawis Krisant” itu ditandai dengan pelepasan sepasang merpati oleh Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana bersama General Manager PT PKL Persero Wilayah NTB H Mukhtar di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu(27/9).

Wakil wali kota dalam kesempatan itu berharap agar program Kawis Krisant yang dipusatkan di Lingkungan Selaparang atau tepat berada di belakang Kantor PLN itu bisa menjadi virus positif bagi lingkungan-lingkungan lainnya di Mataram.

“Program ini menggabungkan antara kreativitas dengan inovasi dalam memanfaatkan sampah, sehingga program ini mampu menjadi solusi penanganan isu lingkungan,” katanya.

Untuk itu, dia, mengapresiasi hadirnya Kawis Krisant ini karena mampu mengubah wajah kampung yang sebelumnya terlihat kurang menarik menjadi cantik dan layak menjadi tujuan wisata dengan taman yang asri.

Dikatakan, hadirnya dua area taman di sekitar bantaran kali memungkinkan berbagai kegiatan seni dan kreatif untuk terus diadakan di lokasi itu.

Diyakini, dengan adanya gerakan dan dukungan dari masyarakat di Kelurahan Banjar khususnya, kampung wisata ini bisa menjadi tujuan wisata tidak hanya masyarakat lokal namun juga wisatawan di luar kota.

“Yang paling membanggakan bagi saya, keberadaan Kawis Krisant menjadi contoh bahwa sampah jika diolah bisa menjadi barang yang bernilai ekonomi,” katanya.

Pengelolaan persampahan menjadi masalah yang dihadapi oleh semua kota yang sedang berkembang.

Di Kota Mataram sendiri, dari total volume sampah sebanyak 1.444 meter kubik per hari pada tahun 2016, yang bisa terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah adalah 1.047,2 meter kubik per hari atau sekitar 72,5 persen dari total volume sampah.

“Karena itulah, upaya pengelolaan sampah menjadi urgensi bagi kita semua, dan keberadaan Kawis Krisant menjadi salah satu wujud nyata,” katanya.

Seusai peluncuran program Kawis Krisant, wakil wali kota bersama tamu undangan yang hadir berkeliling hingga ke pinggir Sungai Jangkuk yang terlihat bersih dan semarak dengan aneka warna-warni dan menjadi “spot selfi” baru bagi masyarakat.(Kba_31/Ant)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here