“Selasa Wage” Malioboro Menawarkan Kenyamanan Untuk Wisatawan

0
91

YOGYAKARTA- “Association of Indonesian Tours and Travel Agencies” Daerah Istimewa Yogyakarta menilai momentum “Selasa Wage” di Malioboro mampu dijual sebagai daya tarik wisata yang menawarkan kenyamanan untuk wisatawan saat berkunjung ke kawasan itu.

“Kami dari pelaku wisata sangat menyambut gembira kegiatan yang digelar setiap Selasa Wage di Malioboro. Pada hari itu, wisatawan bisa menikmati kenyamanan Malioboro. Wisatawan bisa duduk dengan santai menikmati suasana Malioboro yang lebih lapang,” kata Ketua Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY Udhi Sudiyanto di Yogyakarta, Rabu.

Suasana Malioboro yang biasanya ramai dengan beragam aktivitas pedagang kaki lima di sisi timur dan barat jalan akan berubah total selama satu hari penuh yaitu setiap Selasa Wage.

Pada hari tersebut, pedagang kaki lima akan menghentikan seluruh kegiatannya selama 24 jam penuh mulai pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB dan melakukan beberapa kegiatan seperti membersihkan Malioboro.

“Pada pelaksanaan pertama, kami belum mendengar adanya keluhan wisatawan terkait ‘ritual’ Selasa Wage ini. Justru banyak wisatawan yang merasa nyaman dan tenang saat berjalan-jalan di sepanjang Malioboro,” katanya.

Kebutuhan wisatawan untuk berbelanja souvenir yang biasanya dapat dilakukan di pedagang kaki lima sepanjang Malioboro, lanjut Udhi, dapat disiasati dengan mengubah jadwal belanja.

“Biasanya, wisatawan tidak hanya berkunjung selama lebih dari satu hari. Sehingga belanja souvenir bisa diubah ke hari lain,” katanya.

Meskipun demikian, Udhi berharap, tidak hanya kegiatan bersih-bersih bersama yang dilakukan di Malioboro tetapi ditambah dengan berbagai kegiatan pendukung yang mampu menarik lebih banyak wisatawan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan, pelaksanaan Selasa Wage yang digelar untuk pertama kalinya pada Selasa (26/9) berjalan dengan baik.

“Jika pada penyelenggaraan pertama tema utama yang diambil adalah bersih-bersih Malioboro, maka pada penyelenggaraan berikutnya akan ada tema lain yang mendukung tujuan utama kegiatan ini. Misalnya pengecatan, pembersihan lantai, atau perbaikan fasilitas di Malioboro,” katanya.

Ia pun optimistis, keterlibatan komunitas Malioboro untuk penyelenggaraan Selasa Wage berikutnya akan tetap terjaga. “Keterlibatan komunitas akan terus ditingkatkan, termasuk dari toko-toko yang berada di sepanjang Malioboro,” katanya.

Sedangkan untuk pedagang kaki lima, Yunianto mengatakan akan mencari solusi terkait penataan lapak pedagang sehingga tertata lebih rapi. “Penataan akan dilakukan. Jumlah pedagang kaki lima pun tidak akan ditambah karena jumlahnya sudah cukup banyak,” katanya.

Ia pun berharap agar wisatawan dapat memahami perubahan yang terjadi di Malioboro. “Jika wisatawan ingin menikmati Malioboro tanpa pedagang kaki lima, maka mereka bisa datang pada Selasa Wage, atau jika ingin berbelanja di PKL bisa datang pada hari lainnya,” katanya.(Kba_06/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here