Wisatawan Prihatin Abrasi Pantai Ujung Pandaran

0
435

SAMPIT – Abrasi atau pengikisan pantai yang cukup berdampak terhadap keberadaan kawasan wisata di Pantai Ujung Pandaran Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menimbulkan keprihatinan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata tersebut.

“Kaget juga melihat melihat kondisi Ujung Pandaran seperti itu, sebelumnya saya ke sana juga saat libur lebaran tahun lalu. Makanya kaget melihat karena dampak abrasinya makin parah,” ucap Aditya, pengunjung asal Sampit, Jumat (30/6).

Abrasi telah menyebabkan bangunan Gazebo yang sudah roboh, bahkan kini abrasinya sudah mengarah ke jalan pantai.

Pantai Ujung Pandaran terletak di Kecamatan Teluk Sampit, berjarak sekitar 85 kilometer dari pusat kota Sampit. Pantai yang menghadap laut Jawa ini merupakan objek wisata alam andalan Kotawaringin Timur.

Abrasi terjadi akibat kuatnya gelombang laut Jawa yang sampai ke pantai. Dalam lima tahun terakhir, sekitar 30 rumah warga terpaksa dibongkar karena pondasinya ambles tergerus abrasi.

“Ini harus segera ditangani. Kalau tidak, pantai kita ini akan rusak dan aset wisata serta rumah warga bisa habis tergerus abrasi,” kata Aditya.

Penjabat Kepala Desa Ujung Pandaran, Muslih juga berharap kondisi ini menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah. Rencana pembuatan sabuk pantai untuk menahan abrasi, diharapkan segera direalisasikan.

“Kalau terus tertunda, saya khawatir tahun depan, jalan dekat rumah betang yang ada di objek wisata ini akan tergerus abrasi,” kata Muslih.

Kepala Dinas Perikanan Kotawaringin Timur, Jakatan optimistis pembangunan sabuk pantai di Ujung Pandaran bisa terlaksana tahun ini. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait kepastian rencana pembangunan sabuk pantai Ujung Pandaran.

Sabuk pantai itu sangat dibutuhkan karena abrasi menimbulkan dampak kerusakan yang makin parah. Dinas Perikanan melaporkan kondisi abrasi pantai di kawasan objek wisata pantai Ujung Pandaran yang semakin parah. Laporan itu didukung foto-foto terbaru kondisi di lapangan.

“Kami sudah mendapat penjelasan dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan bahwa lelang perencanaan sabuk pantai sudah dilaksanakan sampai dua kali namun tetap tidak ada yang berminat atau mendaftar. Maka dilakukan evaluasi dan anggaran perencanaan ditambah. Lelang ketiga rencananya dilaksanakan Juli nanti. Pelaksanaan pekerjaan fisik sabuk pantai rencananya pada September hingga November 2017,” ujar Jakatan.

Sabuk pantai berupa pemasangan kantong serat kain kuat berbentuk semacam pipa besar berdiameter satu meter yang akan diisi pasir. Sebelumnya tim pemerintah pusat sudah melakukan survei dan penentuan titik nol pembuatan sabuk pantai sepanjang 2.500 meter.(kba_07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here