Kotim Tetap Menarik Perhatian Para Pencari Kerja

0
132

SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur di Provinsi Kalimantan Tengah masih tetap menarik perhatian para pencari kerja dari luar daerah.

“Saya datang ke sini (Kotim) mau bekerja di perkebunan kelapa sawit diajak teman yang sudah lebih dulu tiga tahun bekerja di sini, katanya masih ada lowongan,” kata Rohim, warga asal Surabaya saat ditemui di Sampit, Jumat (30/6).

Rohim mengaku tertarik mencari pekerjaan di Kotawaringin Timur karena melihat rekannya yang ekonominya membaik setelah beberapa tahun bekerja. Dia mendapat informasi bahwa peluang kerja di perkebunan kelapa sawit masih terbuka.

Selama ini Rohim sudah beberapa kali bekerja namun hasilnya belum mencukupi kebutuhan. Hal itulah yang membuatnya memutuskan untuk hijrah ke Kalimantan dan memilih Kotawaringin Timur sebagai tempat memulai hidup baru.

“Berbagai pekerjaan sudah pernah saya tekuni tapi hasilnya belum sesuai harapan. Mudah-mudahan di Kotawaringin Timur ini bisa hidup lebih baik. Nanti kalau sudah stabil, baru membawa keluarga ke sini,” harap Rohim.

Kotawaringin Timur memang sering kedatangan pencari kerja luar daerah saat arus balik lebaran seperti sekarang ini. Banyaknya perkebunan kelapa sawit membuat Kotawaringin Timur dinilai masih memberikan peluang bagi pencari kerja yang ingin mengadu nasib.

Saat ini ada lebih dari 50 perkebunan kelapa sawit di Kotawaringin Timur. Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotawaringin Timur, hampir setiap tahun, ada saja perusahaan yang minta difasilitasi mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah melalui sistem angkatan kerja antardaerah atau (AKAD) karena banyak lowongan yang tidak terisi, khususnya pekerja di lapangan seperti bagian pemeliharaan, panen dan lainnya.

Manajer PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit, Hendrik Sugiharto mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah penumpang arus balik biasanya meningkat dibanding saat arus mudik. Arus balik bisa berlangsung hingga satu bulan usai lebaran.

“Kalau yang pernah kami dapat informasi saat berbincang, sebagian yang datang itu memang ingin mencari pekerjaan di sini. Ada yang pulang mudik membawa keluarga atau teman yang tertarik mencari pekerjaan di sini,” kata Hendrik.

Saat arus balik, pekerja perkebunan kelapa sawit yang tiba di Sampit dijemput menggunakan bus milik perusahaan mereka. Namun tidak sedikit pula yang menggunakan angkuran umum atau menyewa mobil untuk mengantar ke tempat tujuan mereka.(kba_07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here