JEMBER – Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 9 Luqman Arif menyatakan tidak ada kereta api (KA) tambahan di luar kereta api reguler untuk masa angkutan Lebaran 2017, meskipun tiket sejumlah KA untuk arus mudik dan balik terjual habis.

“Kami memaksimalkan rangkaian KA reguler yang sudah ada, sehingga tidak ada KA baru (tambahan) untuk melayani penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran 2017, mulai dari Kabupaten Banyuwangi hingga Pasuruan,” kata Luman ARif di Kantor Daerah Operasi (Daop) 9 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (29/5).

Kendati demikian, lanjut dia, PT KAI Daop 9 akan menambah satu gerbong di salah satu rangkaian KA yang beroperasi untuk melayani permintaan dan kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi akan transportasi kereta selama Lebaran.

“Melihat tingginya permintaan masyarakat akan moda transportasi KA pada tahun-tahun sebelumnya, PT KAI tahun ini menambah gerbong kelas ekonomi dengan kapasitas 106 tempat duduk pada rangkaian KA Mutiara Timur relasi Banyuwangi-Surabaya selama masa angkutan Lebaran 2017,” tuturnya.

PT KAI menetapkan masa angkutan Lebaran tahun ini selama 22 hari, yakni masa sebelum Lebaran selama 10 hari tanggal 15-24 Juni 2017, masa Lebaran selama 2 hari tanggal 25-26 Juni 2017, dan masa setelah Lebaran selama 10 hari tanggal 27 Juni-6 Juli 2017.

“Volume penumpang KA di Daop 9 tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan sekitar 3 persen dari 128.134 pada tahun 2016 menjadi 131.346 pada tahun ini,” ucapnya.

Untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama masa angkutan Lebaran 2017, Luqman mengimbau kepada calon penumpang untuk segera melakukan pencetakan tiket di mesin cetak tiket mandiri (CTM) yang tersedia di stasiun untuk menghindari hilangnya struk pembayaran dan antrean panjang pencetakan tiket menjelang keberangkatan KA.

“Calon penumpang juga harus menyiapkan kartu identitas asli untuk ‘boarding’ di stasiun dan nama yang tercantum pada tiket harus sesuai dengan kartu identitas,” katanya.

Ia juga mengimbau calon penumpang melakukan “boarding” satu hingga dua jam sebelum keberangkatan KA agar tidak ketinggalan kereta akibat kemacetan di jalan menuju stasiun.

Selain itu, calon penumpang juga disarankan tidak membawa barang bawaan berlebih atau memakai perhiasan mencolok yang dapat mengundang tindakan kriminalitas.

“Kami berharap semua penumpang yang menggunakan moda transportasi KA selama masa angkutan Lebaran dapat menikmati perjalanan dengan senang karena petugas KAI akan meningkatkan pelayanan demi kenyamanan penumpang dan kelancaran perjalanan KA,” ujarnya.

Di Daop 9 Jember, setiap hari tercatat tujuh keberangkatan KA jarak jauh, yakni KA Mutiara Timur siang dengan relasi Banyuwangi – Surabaya, KA Mutiara Timur malam dengan relasi Banyuwangi – Surabaya, kemudian KA Sri Tanjung relasi Banyuwangi – Lempuyangan.

Selanjutnya KA Probowangi relasi Banyuwangi – Surabaya, KA Tawang Alun relasi Banyuwangi – Malang, KA Logawa relasi Jember – Purwokerto, dan KA Rangga Jati relasi Jember – Cirebon. Sedangkan untuk KA lokal tercatat ada empat kali perjalanan yakni KA lokal Pandan Wangi relasi Jember – Banyuwangi PP.(kba_04)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here