DPRD Minta Pekanbaru Tindak Pangkalan Elpiji Nakal

0
165

PEKANBARU – Salah satu pimpinan DPRD Kota Pekanbaru meminta Pemerintah Kota setempat tegas menindak pangkalan elpiji bersubsidi tiga kilogram nakal, karena telah bermain dan membuat kelangkaan bahan bakar tersebut.

“Tindak tegas saja pangkalan nakal, tutup kalau perlu,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Jhon Romi Sinaga di Pekanbaru, Rabu (24/5).

Sebab kata dia, pangkalan yang bermain akan merusak sistem distribusi elpiji bersubsidi dan menimbulkan gejolak harga.

“Kami dengar sudah satu bulan terakhir terjadi kelangkaan elpiji tiga kilogram di pasar Pekanbaru, bahkan harganya jadi naik,” ujarnya Ia merasa heran mengapa barang bersubsidi yang sudah diatur pemerintah pendistribusiannya dan pasokan sesuai kebutuhan masih bisa dipermainkan oknum spekulan.

“Dimana pengawasannya, Pemko lewat Disperindag harusnya tahu apa penyebab ini karena mereka mengantongi nama agen dan pangkalan,” tuturnya.

Ia menyatakan bahan bakar rakyat kecil ini tidak boleh ada gejolak baik kelangkaan maupun kenaikan harga. Apalagi menjelang Ramadan karena akan berdampak kepada menjeritnya ekonomi masyarakat.

Selain juga bisa berdampak kepada naiknya harga bahan makanan karena para Usaha Kecil Menengah Mikro kesulitan dan butuh biaya tambahan membeli bahan bakar.

Ia berharap kepada pemerintah bertindak tegas kepada pangkalan nakal yang dengan sengaja menimbun atau mempermainkan harga.

“Sebaiknya Pemerintah setempat dan Pertamina harus bekerjasama dalam mencari solusi dalam menyelesaikan permasalahan yang sering terjadi ini. Kelangkaan ini bisa terjadi karena adanya oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang bermain disaat tengah mendekati bulan Ramadan,” ucap Jhon Romi Sinaga lagi.

Lebih lanjut ia juga meminta Disperindag turun ke lapangan untuk melakukan kroscek langsung melihat kendala mengapa terjadi kelangkaan elpiji.

“Sepatutnya dicek kelapangan, jangan hanya mendengar beritanya saja, carikan solusi yang tepat kenapa bisa terjadi apakah dari pemerintah atau oknum tertentu yang bermain di belakangnya. Jika tidak bekerja dan turun langsung kita tidak akan tahu,” tegasnya.

Politisi PDIP mengakui walau ada informasi peralihan penggunaan tabung tiga kilogram ke bright gas 5,5 Kg tentunya tidak seharusnya menimbulkan permasalahan baru di tengah-tengah masyarakat.

“Kita tentunya tidak mempermasalahkan adanya tabung gas baru 5,5 Kg semua tentunya bisa menerima, karena ada pangsa pasar tersendiri. Namun kita berharap agar tabung tiga kilogram jangan dihilangkan karena masyarakat menengah ke bawah membutuhkan,” tambahnya menerangkan.

Sekedar informasi sebelumnya warga Pekanbaru mengeluhkan sudah hampir sebulan sulit mendapatkan gas bersubsidi tabung tiga kilogram.

Kalaupun ada sering harga sudah melambung hingga Rp25.000/tabung, naik dari harga eceran tertinggi Rp18.000/tabung. Itupun didapat dari warung kelontong karena pangkalan mengaku kehabisan stok.(kba_20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here