SAMPIT – Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Jainudin Karim meminta PDAM Dharma Tirta Sampit memetakan wilayah rawan kerusakan untuk mempermudah perbaikan.

“Kerja PDAM selama ini kurang terprogram dengan baik, sehingga setiap terjadi kerusakan atau kebocoran pipa lambat penanganannya,” katanya di Sampit, Sabtu (13/5)

Jainudin mengatakan, PDAM Sampit harus mengevaluasi setiap layanan yang dikeluhkan oleh pelanggan agar ada perubahan yang lebih baik dalam memberikan pelayanan terhadap pelanggan.

Politisi Gerindra ini juga mendesak agar PDAM membenahi jaringan agar distribusi air bersih ke pelanggan bisa lebih lancar.

PDAM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan pasti memiliki target setiap tahunnya karena tidak sedikit dana penyertaan modal yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan PDAM kepada masyarakat,” katanya.

Jainudin mengatakan, ditahun ini DPRD Kotawaringin Timur sudah menyepakati untuk memberikan dana penyertaan modal kepada PDAM Sampit sebesar Rp8 milyar, dana tersebut untuk peningkatan fasilitas dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui dana APBD, pemerintah Kotawaringin Timur telah mengalokasikan dana sebesar Rp32 miliar untuk PDAM Sampit dalam kurun tiga tahun kedepan, yakni hingga 2020 nanti.

Dengan diberikan dana hibah tersebut diharapkan PDAM pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih baik dari sekarang.

“Kami berharap dengan diberikannya dana penyertaan modal kepada PDAM setidaknya ada progress peningkatakan pelayanan kepada masyarakat, artinya jangan hanya jalan di tempat kami akan terus pantau perkembangannya,” ucapnya.

Sementara itu, kebocoran pipa PDAM yang belum lama ini terjadi sempat dikeluhkan warga karena tiga hari pasokan air bersih ke palanggan terhenti.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Sampit sebagian ada yang membeli dan ada juga yang memanfaatkan air sungai Mentaya.(kba_07)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here