MUARA TEWEH- Ternyata dua pelaku eksekutor pembunuhan sadis terhadap Syawal alias Daya(korban), di jalan Haji Koyem Kecamatan Teweh baru, Sabtu lalu, sudah direncanakan. Hal ini terungkap, saat jajaran Polres Barito Utara(Kalimantan Tengah) menggelar jumpa pers, Senin (01/5).

Sebelum menikam korban di atas sepeda motor, pelaku Hidayat Soleh alias Dayat(17) mengetik di kolom pesan SMS  yang berbunyi, “Tusuk Saja Bencong Itu….Ok Sip”.  SMS itu diperlihatkan ke temannya Syamsul Bahari alias Bahari(17).

Setelah itu Dayat memberikan badik yang dibawanya dari rumah ke Bahari. Dan secepat kilat pula, Badik itu ditancapkan ke leher Daya(korban) yang pada malam itu mengendarai sepeda motor.

“Mereka berboncengan tiga orang usai nonton acara. Nah disitulah timbul niat pelaku menghabisi korban. Sebelumnya pelaku D memperlihatkan ketikan di kolom SMS, lalu dilanjutkan memberi badik, lalu menikam korban,” ujar Kapolres Barut, AKBP Tato Pamungkas, membeberkan hasil pengakuan para pelaku di hadapan wartawan.

Usai ditusuk, Daya(korban,red) sempat berhasil kabur dan lari. Namun karena jatuh bangun, kedua pelaku berhasil mengejar. Dayat yang berhasil mengejar lalu berteriak ke temannya untuk meminta badik. Setelah didapat, korban yang sudah tidak berdaya ini, di tikam di dadanya sebanyak lima kali hujaman badik. Akibat terjangan membawi buta itulah, korban akhirnya tewes.

“Pelaku Dayat ini sebelum nya meminum obat Zenith. Dan dari pegakuan keduanya pula setelah menghabisi korban lalu dibuang ke jurang,” terang Kapolres.

Pengakuan pelaku Dayat, bahwa antara dia(Dayat) dan korban ada hubungan special. Mereka sudah tinggal bersama kurang lebih 2 minggu. Pada Sabtu malam itu, keduanya mau nonton acara live musik dangdut di Desa Juking, keluarahan jambu. Namun sebelum kesana, pelaku Dayat minta dibelikan pil zenith. Sesampai di tempat acara, mereka bertemu Bahari(pelaku).

Saat di acara itu, pelaku Dayat naik ke atas panggung dan berjoget dengan artis pujaan. Melihat kemesraan itu, korban marah, lalu memanggil pelaku turun.

“Kamu ini tidak bisa menjaga perasaan saya. Aku cemburu. Saya pulang, Udahan saja kita,” ujar korban malam itu korban.

Pelaku sempat meminta maaf, malah membuktikan kesalahannya, pelaku Dayat sempat menyayat tangan kanannya. Melihat itu, korban lalu memeluk pelaku. Dan ketiga nya pulang dengna berbonceng tiga menggunakan sepeda motor korban.

Ditegah jalan itulah peristiwa naas dan pembunuhan sadis terhadap korban dilakukan oleh kedua pelaku.

“kasus ini ada perencanaan, dan kedua pelaku akan dikenakan ancama seumur hidup, 20 tahun atau hukuman seumur hidup, pasal 338 jo 338 jo 170 KUHP,” tegas Kapolres.(den)

kapolres barut AKBP Tato Pamungkas, saat menggelar jumpa pers.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here