Siapa sangka si burung yang selalu diasosiakan sebagai perantara komunikasi pada zaman dahulu ini juga dapat disantap sebagai makanan. Bahkan pada zaman sebelum Masehi, daging burung merpati turut diminati oleh masyarakat karena dagingnya yang lembut, walaupun tak semua masyarakat bisa menyantapnya dan hanya raja-raja dan para petinggi saja.

Berbeda pada zaman sebelum Masehi, saat ini burung merpati dapat dinikmati semua orang. Daging burung ini ternyata berkalori rendah dan lebih kaya protein dibanding burung-burung lainnya. Selain itu, ukuran dagingnya juga relatif lebih ramping. Jika dilihat dari segi kandungan gizi, dagingnya dapat menaikan tingkat kolesterol yang baik karena mengandung zat besi yang sangat tinggi dan vitamin B3.

Namun, sebaiknya yang beumur tertentu saja yang bisa disantap. Umurnya paling tidak 28 sampai 34 hari sebelum ia dapat terbang perdana dikarenakan belum mengandung lemak dan dan tidak butuh waktu lama untuk memasaknya.

Salah satu hidangan daging merpati yang terkenal adalah hidangan asal Tiongkok, burung merpati ala Sichuan. Masyarakat Tiongkok menjual langsung daging di pasar demi menjamin kesegarannya. Bahannya banyak mengggunakan saus asli Tiongkok, seperti bumbu ngohang, shaoxing (anggur masak cina), lada Sichuan.

Kebiasaan memasaknya terbagi menjadi tiga sesi, yakni menumis bersama bumbu di dalam wajan, lalu mendiamkannya dalam panci tanah liat tertutup selama satu malam, baru setelahnya kembali dihangatkan di atas api kecil. Cara ini diyakini mampu memberikan sensari perpaduan rasa gurih dan kaya rempah yang unik ketika menyantapnya.(escuire)

Comments

comments

SHARE
Previous article
Next articleDaging Biar Empuk? Bungkus Daun Pepaya
1tulah.com adalah portal berita online terlengkap & terpercaya. Portal ini didirikan oleh komunitas media local dengan mengusung visi menjadi portal berita menyajikan informasi dan edukasi bagi pembaca dan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here