Tak seperti ayam yang memiliki tekstur daging yang empuk, daging sapi bahkan kambing butuh waktu masak yang lebih lama agar membuatnya mudah dikonsumsi.

Ada pula yang memasak daging hingga tingkat kematangan sempurna sehingga lebih mudah terkoyak di dalam mulut. Namun tentu saja ada risiko yang mengintai jika mengonsumsi daging yang terlalu lama dipanaskan sehingga muncul gosong di beberapa sisi.

Disampaikan ahli teknologi pangan Prof. Dr. Ir. Rindit Pambayun, MP, ada cara alami yang diterapkan turun temurun oleh nenek moyang untuk membuat daging menjadi lebih empuk, yakni dengan membungkusnya menggunakan daun pepaya.

“Bisa disiasati dengan dibungkus menggunakan daun pepaya. Daun pepaya mengandung zat papain yang dapat mencerna daging sehingga lebih empuk,” ujar Prof Rindit pada sesi workshop Health and Nutrition Journalist Academy (HNJA) di Jakarta.

Ia menambahkan, dengan cara ini, daging tak perlu dimasak dengan tingkat panas yang terlalu tinggi. Pasalnya hal ini bisa mengurangi zat gizi daging sebagai sumber protein dan memicu risiko karsinogenik jika muncul bagian yang gosong.

“Daging itu sumber protein, tapi kalau salah mengolahnya juga jadi berkurang nilai gizinya. Saya sarankan kalau daging itu dimasak dengan tingkat kematangan medium, itu nilai gizi masih cukup. Kalau agak alot kita siasati dengan membungkusnya dengan daun pepaya,” pungkas dia.(suara.com)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here