MUARA TEWEH- Pergantian musim dari kemarau ke musim penghujan patut diwaspadai masyarakat. Pasalanya, tercatat belasan warga di Kabupaten Barito Utara (Batara) terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Data dari rumah sakit Muara Teweh Januari hingga April 2017 ada tercatat warga yang masuk hingga opname dan bisa ditangani. Bulan Januari ada tiga pasien, kemudian Pebruari dua pasien, Maret lima pasien dan April juga lima pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, H Robansyah mengatakan, sejak tahun 2017 ini telah terjadi 15 kasus DBD di Kabupaten Batara. Dimana dari 15 kasus tersebut, paling banyak korbannya adalah balita dan anak-anak.
Roban merinci sejak Januari 2017 telah terjadi tiga kasus, Pebruari dua kasus, Maret lima kasus dan bulan April juga telah terjadi lima kasus. “Dari 15 korban, telah dilakukan pengobatan. 13 korban telah sembuh dan 2 masih menjalani perawatan, “ kata Robansyah, Jumat (14/4)

Kadiskes mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat. Sebab kegiatan fogging yang dilakukan hanyalah membunuh nyamuk dewasa, Sebab jentik-jentik kemungkinan penyebab munculnya nyamuk kembali mewabah atau bersarang.

Direktur RSUD Muara Teweh drg Dwi Agus Setijowati, membenarkan semua bisa kita tertangani. “Dua pasien masih tahap perawatan,” kata dia.

Diketahui, korban yang paling banyak merupakan berasal dari warga Kecamatan Teweh Tengah dengan 14 korban, sementara satu korban merupakan warga Kecamatan Lahei. Korban didominasi oleh baiTa dan anak-anak. (den)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here